

Menyusun Bab 2 Landasan Teori sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa. Banyaknya teori yang harus dimasukkan membuat proses menyalin teks (copy-paste) dari buku atau jurnal ilmiah sulit dihindari. Namun, asal menyalin tanpa teknik yang benar bisa membuat skripsi Anda terdeteksi plagiarisme tinggi saat diuji lewat software seperti Turnitin. Lantas, bagaimana cara mengambil teori dari sumber ilmiah secara aman dan tetap beretika? Simak panduan praktisnya di bawah ini!
Gunakan Teknik Paragraf Paraphrase (Parafrasa)
Langkah paling efektif untuk menghindari plagiarisme adalah parafrasa. Parafrasa adalah menuliskan kembali ide atau teori dari pengarang lain menggunakan gaya bahasa dan susunan kata Anda sendiri tanpa mengubah makna aslinya.
Contoh:
- Teks Asli: “Pemasaran digital adalah penggunaan saluran digital untuk mempromosikan produk.”
- Hasil Parafrasa: “Promosi barang dan jasa yang memanfaatkan media berbasis teknologi dikenal sebagai pemasaran digital.”
Kuasai Penggunaan Kutipan Langsung dan Tidak Langsung
Ada dua cara memasukkan teori ke dalam skripsi:
- Kutipan Tidak Langsung (Sangat Direkomendasikan): Anda mengambil inti sari tulisan, menyusunnya dengan kalimat sendiri, lalu mencantumkan nama penulis dan tahun penerbitan.
- Kutipan Langsung: Jika Anda harus mengutip definisi otentik (misalnya bunyi pasal undang-undang atau definisi baku), gunakan tanda petik “” untuk kutipan pendek, atau buat blok paragraf tersendiri (indented block) jika lebih dari 4 baris.
Gabungkan Beberapa Teori (Sintesis)
Jangan hanya menumpuk teori dari satu penulis dalam satu paragraf. Kumpulkan definisi dari 2–3 ahli yang berbeda, lalu buatlah kesimpulan atau sintesis Anda sendiri di akhir paragraf. Ini menunjukkan bahwa Anda paham, bukan sekadar menempel teks.
Selalu Cantumkan Sumber Kredibel
Setiap kali Anda menyalin ide, pastikan langsung mencatat sumbernya. Mengambil karya orang lain tanpa atribusi adalah bentuk pelanggaran akademik (academic dishonesty). Gunakan platform pencarian literatur yang kredibel untuk mencari dasar teori Bab 2 Anda, seperti:
- Google Scholar (scholar.google.com)
- SINTA – Science and Technology Index (sinta.kemdikbud.go.id)
- DOAJ – Directory of Open Access Journals (doaj.org)
- ResearchGate (researchgate.net)
Cek Ulang dengan Tool Anti-Plagiasi
Sebelum mengumpulkan draf Bab 2 ke dosen pembimbing, biasakan melakukan pengecekan mandiri menggunakan plagiarism checker (seperti Turnitin atau Grammarly) untuk memastikan tingkat kemiripan (similarity index) skripsi Anda di bawah ambang batas yang ditentukan kampus (biasanya 15%–20%).
Masih Bingung Menyusun Bab 2 & Lolos Cek Turnitin?
Menyusun Bab 2 yang rapi, akademis, dan bebas plagiasi memang butuh strategi yang tepat. Jika Anda ingin bimbingan langsung step-by-step dari mentor berpengalaman agar skripsi cepat disetujui dosen:
👉 Bergabunglah di Kelas Intensif Skripsi Sobat Pena Indonesia!
Di sini, Anda akan belajar trik parafrasa cepat, teknik mencari jurnal reputasi tinggi, hingga strategi meloloskan skripsi dari uji plagiarisme.
📌 [Klik di Sini untuk Daftar Kelas Intensif Sobat Pena Indonesia Sekarang] (Kuota Terbatas!)
