

Setelah berjuang menyelesaikan pengolahan data dan pembahasan di Bab 4, mahasiswa sering kali menganggap Bab 5 (Kesimpulan dan Saran) sebagai formalitas belaka. Akibatnya, bagian saran ditulis seadanya—seperti “diharapkan penelitian ini berguna bagi pembaca” atau “semoga perusahaan lebih meningkatkan kinerjanya”. Padahal, saran yang terlalu umum dan normatif sering menjadi sasaran empuk kritik dosen penguji saat sidang skripsi. Saran di Bab 5 seharusnya lahir secara ilmiah dari temuan serta keterbatasan penelitian yang Anda lakukan.
Lantas, bagaimana cara merumuskan saran yang benar, rasional, dan bermanfaat untuk penelitian selanjutnya? Simak strategi praktisnya di bawah ini!
Dasarkan Saran dari Kesimpulan dan Keterbatasan Penelitian
Saran yang baik tidak muncul dari “keinginan pribadi” penulis, melainkan berorientasi pada temuan data.
- Jika di Bab 4 Anda menemukan variabel tertentu berpengaruh lemah, sarankan perbaikan pada aspek tersebut.
- Jika penelitian Anda memiliki keterbatasan—misalnya jumlah sampel yang sedikit atau wilayah penelitian yang terbatas—jadikan keterbatasan tersebut sebagai titik awal saran untuk peneliti berikutnya.
Buat Saran yang Spesifik dan Operasional
Hindari kalimat yang mengambang dan klise. Gunakan prinsip spesifik dan dapat diterapkan (actionable).
Contoh Kurang Tepat:
“Saran bagi perusahaan adalah meningkatkan strategi pemasaran digital.”
Contoh yang Benar:
“Berdasarkan rendahnya indikator keterikatan konsumen pada media sosial, perusahaan disarankan berfokus pada pembuatan konten video pendek interaktif (seperti Reels/TikTok) untuk meningkatkan interaksi audiens.”
Bagi Saran Menjadi Dua Kategori Utama
Agar bagian Bab 5 terstruktur rapi, bagilah saran menjadi dua sasaran utama:
- Saran Praktis (Praktisi / Objek Penelitian): Ditujukan bagi instansi, perusahaan, atau masyarakat yang diteliti untuk mengambil keputusan berdasarkan temuan skripsi Anda.
- Saran Akademis (Peneliti Selanjutnya): Ditujukan bagi mahasiswa atau peneliti lain yang ingin mengembangkan topik serupa. Berikan panduan mengenai variabel baru, metode lain, atau sampel yang lebih luas.
Rujuk Standar Penulisan Ilmiah Kredibel
Format saran yang akademis harus mematuhi kaidah penulisan karya ilmiah yang baku. Anda dapat mengacu pada pedoman umum penulisan akademik yang diterbitkan oleh perguruan tinggi serta referensi metodologi kredibel seperti:
- Sugiyono – Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.
- Suharsimi Arikunto – Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik.
Gunakan pula repositori karya ilmiah seperti Google Scholar (scholar.google.com) atau SINTA Kemdikbud (sinta.kemdikbud.go.id) untuk melihat contoh bagaimana jurnal-jurnal bereputasi merumuskan bagian Future Research atau Recommendations.
Hindari “Saran Basi” yang Meminta Hal Diluar Cakupan
Jangan memberikan saran yang tidak ada hubungannya dengan pembahasan di Bab 4. Dosen penguji akan dengan mudah melacak apakah saran Anda memiliki dasar teoretis/data atau hanya sekadar rekaan. Jika variabel tersebut tidak diteliti, jangan masukan ke dalam poin saran praktis.
Masih Bingung Menyusun Bab 5 & Takut Direvisi Saat Sidang?
Menyusun kesimpulan yang menjawab rumusan masalah serta merumuskan saran yang tajam memang membutuhkan ketelitian ekstra agar skripsi Anda berakhir manis di mata dosen penguji.
Jika Anda ingin dibimbing secara personal dari penyusunan Bab 1 hingga siap menghadapi pertanyaan sidang skripsi:
👉 Saatnya Bergabung di Kelas Intensif Skripsi Sobat Pena Indonesia!
Dapatkan bimbingan eksklusif bersama mentor profesional yang siap membantu Anda merapikan draf skripsi, mengolah saran ilmiah, hingga melatih kesiapan mental dan materi sebelum sidang.
📌 [Klik di Sini untuk Mengamankan Slot Kelas Intensif Sobat Pena Indonesia] (Kuota Terbatas setiap Angkatan!)
