

Bagi mahasiswa tingkat akhir, menyusun bab latar belakang adalah salah satu fase paling krusial sekaligus menantang dalam penulisan skripsi. Untuk membangun argumentasi yang kokoh dan menemukan celah penelitian (research gap), Anda diwajibkan untuk mengutip referensi dari jurnal internasional bereputasi. Namun, kendala bahasa sering kali menjadi tembok besar.
Banyak mahasiswa menghabiskan waktu berhari-hari hanya untuk menerjemahkan seluruh halaman artikel ilmiah menggunakan alat translasi pengetikan kata demi kata. Padahal, metode translate total seperti ini sangat tidak efisien, sering kali menghasilkan terjemahan yang rancu secara konteks akademik, dan menguras energi mental Anda sebelum sempat menulis satu paragraf pun.
Kunci utama untuk memotong waktu kerja ini adalah dengan mengubah paradigma membaca Anda: jurnal ilmiah bukanlah novel yang harus dibaca secara linear dari kata pertama hingga terakhir. Artikel ilmiah memiliki struktur baku yang dirancang agar informasinya dapat diekstrak secara cepat dan selektif sesuai kebutuhan spesifik riset Anda.
Dengan menerapkan teknik membaca taktis, Anda bisa memahami esensi puluhan jurnal internasional dalam hitungan jam, menangkap apa yang esensial untuk latar belakang skripsi Anda, dan mendeteksi orisinalitas penelitian tanpa perlu terjebak dalam pusaran frustrasi akibat kendala bahasa.
Strategi “Tiga Lapis” Membaca Cepat (Three-Pass Method)

Untuk menghemat waktu, para akademisi profesional menggunakan pendekatan terstruktur saat membedah sebuah paper ilmiah. Jangan langsung membuka kamus, melainkan ikuti urutan langkah taktis berikut:
Lapis Pertama: Mengunci Esensi di Abstrak dan Kesimpulan (Conclusion)
Langkah paling awal yang wajib Anda lakukan adalah membaca Abstrak. Abstrak adalah miniaturnya jurnal; di sana sudah terangkum masalah utama, tujuan, metode singkat, dan hasil akhir penelitian. Jika abstrak dirasa selaras dengan variabel skripsi Anda, jangan teruskan membaca ke bawah, melainkan langsung lompat ke bagian paling akhir artikel, yaitu Conclusion (Kesimpulan).
Membaca kesimpulan di awal akan memberikan Anda jawaban akhir dari riset tersebut secara instan tanpa Anda harus pusing memikirkan rumus yang rumit di bagian pembahasan. Jika kedua bagian ini tidak cocok dengan arah riset Anda, segera tutup dokumen tersebut dan cari jurnal lain.
Lapis Kedua: Membaca Kalimat Pertama Paragraf pada Introduction
Jika jurnal tersebut terbukti relevan setelah Anda membaca abstrak dan kesimpulan, barulah Anda masuk ke bagian Introduction (Pendahuluan). Bagian inilah yang akan menjadi bahan baku utama pembuatan latar belakang skripsi Anda. Teknik tercepatnya adalah menerapkan skimming: bacalah hanya kalimat pertama dan kalimat terakhir dari setiap paragraf di bagian pendahuluan.
Secara umum, penulis jurnal meletakkan ide pokok (topic sentence) di awal paragraf dan kalimat transisi atau kesimpulan kecil di akhir paragraf. Cara ini akan membantu Anda menangkap dinamika masalah yang diangkat oleh peneliti tanpa perlu membaca ratusan baris kalimat pendukung yang detail.
Teknik Mengekstrak Bahan Latar Belakang Tanpa Kamus Total

Untuk menyusun latar belakang yang kuat, Anda membutuhkan tiga elemen dasar: fenomena masalah, riset terdahulu, dan batasan penelitian. Anda bisa menemukannya dengan cepat menggunakan panduan ini:
Berburu Research Gap di Bagian Pembahasan (Discussion) atau Future Research
Latar belakang skripsi yang dinilai bagus oleh dosen adalah latar belakang yang mampu menunjukkan mengapa penelitian Anda penting untuk dilakukan. Hal ini disebut dengan menemukan research gap. Alih-alih menebak-nebak, carilah bagian dalam jurnal yang memuat subbab atau kalimat seperti “Limitations of the study” atau “Suggestions for future research”.
Di bagian inilah sang peneliti secara jujur memaparkan kekurangan risetnya dan memberikan rekomendasi mengenai apa yang belum diteliti. Kalimat-kalimat inilah yang bisa Anda adopsi dan modifikasi untuk memperkuat argumen kebaruan (novelty) skripsi Anda di hadapan dosen penguji.
Mengandalkan Visualisasi Data (Tabel, Grafik, dan Flowchart)
Sering kali, sebuah grafik, bagan alur, atau tabel hasil penelitian mampu menyampaikan informasi jauh lebih padat dan jelas daripada teks penjelasan bahasa Inggris sepanjang tiga halaman. Ketika memindai jurnal, fokuskan mata Anda pada elemen visual ini.
Bacalah judul tabel (caption) dan keterangan grafik di bagian bawahnya. Biasanya, tren kenaikan data, perbandingan variabel, maupun alur metodologi sudah terangkum secara eksplisit di sana, sehingga Anda dapat langsung menyimpulkan hasilnya tanpa perlu menerjemahkan teks naratifnya.
Kesimpulan
Membaca jurnal internasional dengan cepat bukanlah sebuah bakat alami, melainkan sebuah keterampilan teknis yang bisa dilatih. Dengan memprioritaskan bagian abstrak dan kesimpulan terlebih dahulu, melakukan teknik skimming pada pendahuluan, serta berfokus mencari research gap dan data visual, Anda tidak akan lagi membuang waktu berharga untuk menerjemahkan dokumen secara total. Pola kerja cerdas ini akan membuat penyusunan latar belakang skripsi Anda berjalan jauh lebih taktis, sistematis, dan kaya akan referensi global yang kredibel.
Kuasai Strategi Bedah Jurnal dan Tembus Skripsi Bebas Revisi Bersama Mentor Ahli!
Apakah kamu masih sering pusing melihat tumpukan PDF jurnal berbahasa Inggris, bingung cara mencari research gap yang disukai dosen, atau merasa waktu habis hanya untuk menggunakan Google Translate yang hasilnya malah membingungkan? Menghadapi tugas akhir sendirian tanpa arah riset yang jelas memang bisa menjadi proses yang sangat menguras tenaga dan pikiran.
Jangan biarkan skripsimu tertahan hanya karena bingung mengolah referensi asing! Mari bergabung di Kelas Intensif Sobat Pena Indonesia. Di program bimbingan privat ini, kamu akan dibimbing langsung oleh mentor akademik berpengalaman yang akan mengajarkanmu cara praktis menyusun Bab 1 hingga Bab 5 secara sistematis. Kamu akan belajar trik membaca cepat artikel Scopus, cara sitasi otomatis yang anti-plagiarisme, hingga strategi menyusun argumen latar belakang yang kuat agar draf skripsimu cepat disetujui oleh dosen pembimbing.
